2025, Tahun Anak Muda Mengguncang Dunia

Erlita Irmania
0

Protes Anti-Pemerintah Menggema di Seluruh Dunia

Protes anti-pemerintah yang dipimpin oleh generasi muda telah menggemparkan berbagai belahan dunia pada tahun 2025. Demonstrasi ini terjadi di lebih dari tujuh puluh negara, dengan fokus utama pada isu korupsi pemerintahan, militerisasi, serta kebijakan antidemokratis. Salah satu simbol protes yang menarik perhatian adalah bendera hitam dari anime "One Piece", yang menjadi lambang perlawanan di berbagai tempat.

Menurut laporan Global Protest Tracker Carnegie, sebanyak dua puluh tujuh aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di negara-negara yang masuk dalam kategori “sebagian bebas”, dua puluh enam “bebas”, dan tujuh belas “tidak bebas”. Kemarahan terhadap korupsi pemerintah menjadi penyebab utama protes, disusul oleh sikap antidemokrasi dan kesulitan ekonomi.

Korupsi dan Skandal Memicu Demonstrasi

Di Makedonia Utara, protes terjadi setelah dugaan korupsi dan penyuapan menyebabkan kebakaran klub malam yang mematikan. Sementara itu, lebih dari 45.000 orang di Spanyol turun ke jalan untuk mengkritik Perdana Menteri Pedro Sánchez atas skandal politik dan korupsi yang melibatkan pemerintahannya. Di Gambia, isu korupsi masih tinggi dan memicu unjuk rasa yang menuntut akuntabilitas pemerintah.

Protes Gen-Z di Nepal juga dipicu oleh isu nepotisme dan korupsi, hingga akhirnya memicu pengunduran diri Perdana Menteri K P Sharma Oli. Di Filipina, demonstrasi terjadi terkait skandal korupsi proyek pengendalian banjir. Di Mongolia, protes awalnya muncul karena pengeluaran besar-besaran putra Perdana Menteri, namun berkembang menjadi gerakan anti-korupsi yang lebih luas.


Seorang pengunjuk rasa, yang mengenakan jaket antipeluru dan membawa perisai yang dirampas dari seorang polisi, berteriak di luar Singha Durbar, pusat pemerintahan Nepal, selama protes terhadap korupsi dan larangan media sosial di Kathmandu, pada 9 September 2025. - (AP Photo/Niranjan Shrestha)

Protes di Indonesia: Dari Masalah Hukum Sampai Pembakaran Aparat

Di Indonesia, unjuk rasa besar-besaran pada Agustus digelar untuk mengkritisi kinerja anggota dewan serta pemberian tunjangan perumahan bagi anggota DPR. Aksi pada 28 Agustus itu diwarnai pelindasan hingga tewasnya seorang pengemudi ojek online Affan Kurniawan oleh aparat Brimob dari kepolisian menggunakan kendaraan taktis. Dari situ, kemarahan terhadap aparat dan institusi kepolisian memuncak. Massa mendatangi Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat dan melakukan aksi pembakaran. Momentum itu meluas ke berbagai daerah.


Pendemo membakar sebuah kendaraan roda empat di depan Mako Brimob, Kwitang, Jumat (29/8/2025).

Kediaman sejumlah anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani juga dijarah. Pemerintah mengeklaim aksi-aksi anarkis itu dilakukan oknum yang menunggangi kemarahan warga. Sejumlah tuntutan akhirnya diterima pemerintah dan komite reformasi kepolisian dibentuk.

Protes Terkait Politik dan Ekonomi

Di Maroko, protes Generasi Z dipicu oleh kemarahan atas korupsi, meskipun pada awalnya protes tersebut berasal dari rasa frustrasi masyarakat Maroko atas belanja pemerintah yang tidak tepat dan pengabaian layanan pemerintah. Di Meksiko, kematian Walikota Uruapan Carlos Alberto Manzo memicu demonstrasi nasional menentang korupsi dan kejahatan dengan kekerasan. Protes yang berlangsung di Serbia, yang dimulai pada bulan November 2024 karena runtuhnya atap stasiun kereta Novi Sad, berkembang menjadi protes anti-korupsi dan protes umum terhadap pemerintahan Presiden Aleksandar Vučić.


Sejumlah massa aksi terlibat bentrokan dengan polisi saat mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional di dekat istana presiden Malacanang di Manila, Filipina, Kamis (1/5/2025). - (AP Photo/Aaron Favila)

Tindakan Anti-Demokrasi dan Kesulitan Ekonomi

Tindakan anti-demokrasi yang berlebihan oleh pemerintah, yang merupakan tema utama protes pada 2024, terus mendorong terjadinya demonstrasi pada tahun ini. Di Indonesia, mahasiswa dan aktivis pro-demokrasi memprotes revisi undang-undang militer yang mengizinkan perwira militer menduduki jabatan sipil di pemerintahan. Upaya Presiden Republik Afrika Tengah Faustin-Archange Touadéra untuk masa jabatan ketiga pada pemilu mendatang memobilisasi ribuan orang yang menentang perpanjangan kekuasaannya. Mali mengalami protes setelah junta militer memperpanjang kekuasaannya selama lima tahun dan membubarkan semua partai politik.


Masyarakat memprotes langkah-langkah penghematan dalam rancangan anggaran tahun depan, di Sofia, Bulgaria, 1 Desember 2025. - (AP Photo/Valentina Petrova)

Gerakan Gen-Z: Lebih Melek Sosial dan Digital

Beberapa pengamat memanfaatkan lonjakan protes yang dipimpin oleh kaum muda di negara-negara seperti Indonesia, Nepal, Filipina, Peru, Timor-Leste, Madagaskar, Maroko, dan Meksiko pada bulan-bulan terakhir tahun 2025 untuk mengemukakan gagasan tentang meningkatnya “gerakan Gen-Z” secara global. CEO Alvara Hasanuddin Ali menyatakan bahwa survei-survei yang dilakukan lembaganya mengonfirmasi ada kesadaran luar biasa dari anak-anak muda terutama di kalangan Gen Z.


Ribuan warga Malaysia berpartisipasi dalam unjuk rasa yang digelar di Kuala Lumpur, Sabtu (26/7/2025). Mereka turun ke jalan untuk memprotes naiknya biaya hidup dan menyoroti kurangnya reformasi di pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. - (AP Photo)

Masa Depan Gerakan Gen-Z

Kaum muda ini juga sadar soal transparansi dan isu lingkungan hidup. Selain itu, mereka menjadikan informasi global sebagai benchmark. Gerakan Gen-Z saat ini lebih tak terkoordinasi dan terkoneksi berbasis isu, bukan tokoh. Meski demikian, hal ini membuat gerakan anak muda saat ini sukar dibungkam.


Pengunjuk rasa memegang gambar Presiden AS Donald Trump dan mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dengan tulisan Musuh Rakyat dalam aksi di Sao Paulo, Kamis, 10 Juli 2025. - ( AP Photo/Andre Penner)

Masa Depan Gerakan Gen-Z

Meskipun kelompok gerakan protes yang dipimpin oleh pemuda ini cukup signifikan, hal ini bukanlah sebuah tren baru. Kaum muda memimpin banyak protes sepanjang tahun, termasuk di Serbia, Mongolia, dan Togo, dan lebih dari dua puluh protes anti-pemerintah yang signifikan pada tahun 2024. Melihat ke belakang lebih jauh lagi, data dari Global Protest Tracker mengungkapkan bahwa tingkat protes yang dipimpin oleh kaum muda antara tahun 2017 hingga 2019 sama atau lebih tinggi dengan tingkat protes yang dipimpin oleh kaum muda pada tahun 2025.


Sejumlah massa mengikuti Aksi Kamisan ke-886 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/11/2025). Dalam aksi yang bertepatan dengan peringatan 27 tahun Tragedi Semanggi I tersebut para aktivis menuntut pemerintah mencabut gelar pahlawan nasional untuk Soeharto karena dinilai bertanggung jawab atas sejumlah pelanggaran HAM masa lalu. - (Edwin Putranto/Erfa News)

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default