
Renungan Harian Katolik: Bertobatlah, Sebab Kerajaan Surga Sudah Dekat
Renungan harian Katolik kali ini mengangkat tema "Bertobatlah", yang merupakan pesan utama dari Injil Matius 3:2. Tema ini menjadi dasar bagi renungan yang ditujukan kepada umat Katolik khususnya dalam perayaan hari Minggu Adven II. Dalam liturgi hari ini, warna liturgi yang digunakan adalah ungu, yang melambangkan pengharapan dan penyesalan.
Berikut adalah bacaan-bacaan liturgi yang dibacakan pada hari Minggu Adven II:
Bacaan Pertama: Yesaya 11:1-10
Dalam bacaan pertama ini, kita diajak untuk memahami bahwa Tuhan akan datang dengan keadilan dan kebenaran. Ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan dan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas. Pada akhir zaman, akan terjadi perdamaian di mana makhluk-makhluk yang biasanya saling berlawanan seperti serigala dan domba akan tinggal bersama. Seluruh bumi akan penuh dengan pengenalan akan Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 72:1-2,7-8,12-13,17
Mazmur ini mengajak kita untuk memohon kepada Tuhan agar memberikan hukum-Nya kepada raja dan keadilan-Nya kepada putra raja. Semoga keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah. Mazmur ini juga mengingatkan kita bahwa Tuhan akan membebaskan orang miskin yang berteriak minta tolong dan menyelamatkan nyawa orang papa.
Bacaan Kedua: Roma 15:4-9
Dalam bacaan kedua ini, kita diajak untuk belajar dari kitab-kitab suci dan meneguhkan pengharapan kita berkat ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Allah sumber ketekunan dan penghiburan mengaruniakan kerukunan kepada kita sesuai dengan kehendak Kristus Yesus. Kita diminta untuk menerima satu sama lain, sama seperti Kristus telah menerima kita untuk kemuliaan Allah.
Bait Pengantar Injil: Lukas 3:4.6;2/4
Bait pengantar injil ini mengingatkan kita untuk “mempersiapkan jalan bagi Tuhan” dan “melihat keselamatan yang datang dari Tuhan.” Ini adalah ajakan untuk siap menerima kedatangan Kristus dalam hidup kita.
Bacaan Injil: Matius 3:1-12
Injil ini mengisahkan tentang Yohanes Pembaptis yang memperingatkan orang-orang untuk bertobat karena Kerajaan Surga sudah dekat. Yohanes menegur orang Farisi dan Saduki yang sombong secara spiritual, mengingatkan mereka bahwa pertobatan sejati harus diwujudkan dengan buah-buah yang baik. Ia juga memperkenalkan Yesus sebagai Sang Pembaptis dengan Roh Kudus dan api.
Renungan Harian Katolik: "Bertobatlah, Sebab Kerajaan Surga Sudah Dekat!"
Pesan utama dari renungan ini adalah "Bertobatlah!" Pesan ini tidak hanya sekadar ajakan untuk meninggalkan dosa, tetapi juga ajakan untuk berbalik hati menuju Tuhan dan membiarkan Dia memurnikan hidup kita dari dalam.
Yohanes Pembaptis menegur, memperingatkan, dan mengajak umat untuk bertobat. Ia hidup sederhana dan keras, dengan pakaian dari bulu unta dan makanan belalang serta madu hutan. Jalan pertobatan tidak selalu glamor, karena sering kali menuntut kita untuk melepaskan ego, mengevaluasi kebiasaan, dan berani mengakui kesalahan.
Buah pertobatan sejati bukan hanya kata-kata manis, tetapi tindakan nyata seperti memaafkan dengan tulus, mengendalikan emosi, meninggalkan kebiasaan buruk, mendahulukan kasih dan kebenaran, serta tekun dalam doa meski tidak terasa instan.
Yohanes juga menegur orang Farisi dan Saduki yang sombong secara spiritual. Bahaya ini masih nyata dalam kehidupan kita saat ini. Kita bisa merasa cukup baik hanya karena identitas dan ritual keagamaan tanpa ada perubahan hati. Tuhan tidak mencari penampilan religius, melainkan hati yang sungguh kembali kepada-Nya.
Yohanes mengatakan bahwa Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. Api ini memurnikan, membersihkan, dan mengubah logam menjadi emas murni. Pertobatan membuka ruang bagi Roh Kudus untuk bekerja dalam diri kita, membersihkan luka batin, menyembuhkan relasi, menyalakan kembali api iman, dan membentuk karakter baru.
Doa
Tuhan, bukakan hati kami untuk bertobat sungguh-sungguh. Ajarilah kami menghasilkan buah kasih, kerendahan hati, dan kesetiaan. Baptislah kami dengan Roh-Mu agar hidup kami memuliakan Engkau. Amin.