Sejarah Awal Kastil Himeji
Kastil Himeji, yang terletak di Kota Himeji, Prefektur Hyogo, Jepang, memiliki sejarah yang sangat panjang. Awalnya dibangun sebagai benteng pada tahun 1333 oleh Akamatsu Norimura, seorang prajurit samurai klan Akamatsu. Pada masa itu, klan ini memerintah Provinsi Harima, yang merupakan bagian barat dayu Prefektur Hyogo modern. Setelah awalnya mendukung Kaisar Go-Daigo, Norimura beralih kesetiaan dan mendukung Ashikaga Takauji ketika berperang melawan kaisar.
Keshogunan Ashikaga kemudian didirikan, dengan Norimura sebagai menterinya. Pada 1346, benteng Norimura dihancurkan, dan Kastil Himeji yang pertama dibangun oleh putranya, Sadanori, untuk melindungi klan dari penguasa saingan di tengah ketidakstabilan politik.

Julukan "Kastil Bangau Putih"
Kastil Himeji dikenal dengan julukan "Kastil Bangau Putih" atau dalam bahasa Jepang disebut Shirasagi-jo. Julukan ini diberikan karena dinding luarnya dilapisi plester putih murni nan cemerlang. Warna putih dan arsitekturnya yang elegan, terutama menara utamanya, membuat kastil ini terlihat seperti bangau putih yang anggun sedang melebarkan sayapnya, sehingga menjadikannya salah satu kastil paling indah dan ikonik di Jepang.

Kompleks Benteng yang Luas dan Canggih
Kastil Himeji adalah kompleks benteng yang sangat luas dan canggih, bukan sekadar satu bangunan, melainkan terdiri dari lebih dari 80 struktur, termasuk menara, gerbang, dan tiga lapisan parit. Fitur utamanya adalah sistem pertahanan seperti labirin, yaitu jalur menuju menara utama, yang sengaja dibuat berliku, berkelok-kelok, dan spiral untuk membingungkan dan memperlambat musuh. Inti dari kompleks ini adalah menara utama yang terdiri dari enam lantai yang ikonik sebagai pusat komando dan kekuasaan, yang terhubung dengan tiga menara kecil melalui koridor panjang.

Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO
Kastil Himeji diakui secara global sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada Desember 1993. Pengakuan ini sangat istimewa karena Kastil Himeji adalah salah satu dari situs pertama di Jepang yang menerima status tersebut. UNESCO memberikan penghargaan ini karena Kastil Himeji dianggap sebagai contoh terbaik yang masih bertahan dari arsitektur kastil feodal Jepang abad ke-17, lengkap dengan teknik konstruksi kayu yang canggih.

Lolos dari Perang Dunia II
Kastil Himeji memiliki sejarah keberuntungan yang luar biasa. Selama Perang Dunia II, kastil ini hampir tidak mengalami kerusakan akibat pengeboman Sekutu, sebuah nasib yang tidak dialami banyak bangunan di Jepang. Kerusakan signifikan yang pernah terjadi hanyalah kebakaran kecil pada tahun 1882 yang menghancurkan beberapa tempat tinggal di kompleks tersebut, yang kemudian dipugar.

Legenda Ubagaishi
Legenda Ubagaishi, alias Batu Janda Tua adalah salah satu cerita rakyat yang terkenal yang terkait dengan pembangunan Kastil Himeji. Menurut legenda, Hideyoshi khawatir karena kekurangan batu untuk menyelesaikan kastil. Namun, seorang janda tua penjual kue beras yang mendengar masalahnya kemudian datang dan dengan tulus memberikan batu penggilingannya kepada Hideyoshi sebagai sumbangan, meskipun benda itu adalah satu-satunya sumber penghidupannya.

Kisah Hantu Okiku
Selain Ubagaishi, menurut cerita rakyat lainnya yang berkaitan dengan Kastil Himeji adalah kisah hantu Okiku, yang berlatar pada abad ke-15 Masehi. Okiku diceritakan sebagai pelayan dari Aoyama, seorang pengikut yang merencanakan pengkhianatan terhadap tuannya. Konon, sumur tersebut kini dihantui oleh roh Okiku, yang setiap malam terdengar menghitung piring di dalamnya.

Kastil Himeji adalah perwujudan keanggunan feodal Jepang yang abadi. Dengan sejarah yang kaya, keajaiban arsitektur, dan statusnya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, bangunan bersejarah ini benar-benar wajib dikunjungi. Selain mempelajari sejarah kuno, wisatawan yang berkunjung juga dapat menikmati aktivitas seru seperti hanami, yaitu menikmati bunga sakura di musim semi atau berburu lokasi foto terbaik.