Apa Itu Zat Besi dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Zat besi adalah salah satu mineral penting yang diperlukan oleh tubuh untuk berfungsi dengan optimal. Tubuh membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin dan mioglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertugas membantu darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Sementara itu, mioglobin adalah protein dalam otot yang membantu menyuplai oksigen ke sel-sel otot.
Jika tubuh kekurangan zat besi, maka produksi hemoglobin dan mioglobin akan terganggu. Hal ini dapat menyebabkan anemia defisiensi besi, yaitu kondisi di mana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat. Anemia bisa menimbulkan berbagai gejala seperti kelelahan, pusing, dan kesulitan berkonsentrasi.
Tanda-Tanda Suplemen Zat Besi Tidak Bekerja
Ada beberapa tanda yang bisa mengindikasikan bahwa suplemen zat besi tidak bekerja sebagaimana mestinya. Beberapa di antaranya meliputi:
- Kelelahan dan kelemahan yang berkelanjutan: Tanpa cukup zat besi, tubuh tidak mampu membuat hemoglobin yang cukup. Akibatnya, jaringan dan otot tidak mendapatkan oksigen yang diperlukan untuk menghasilkan energi.
- Brain fog dan masalah konsentrasi: Kadar zat besi yang rendah dapat memengaruhi fungsi otak, termasuk perhatian, memori, dan kejernihan mental.
- Sesak napas atau pusing: Jika darah tidak memiliki cukup hemoglobin, jantung dan paru-paru harus bekerja lebih keras untuk mengimbanginya.
- Mengidam yang tidak biasa (pica): Salah satu tanda kekurangan zat besi yang kurang dikenal adalah keinginan untuk mengonsumsi benda-benda non-makanan seperti es, kapur, tanah liat, kertas, atau kardus.
- Kulit pucat, kuku rapuh, dan rambut menipis: Zat besi berperan penting dalam sirkulasi darah dan pertumbuhan sel, sehingga kulit, rambut, dan kuku sering menjadi indikator awal kekurangan zat besi.
- Rasa kedinginan sepanjang waktu: Zat besi berperan dalam mengatur suhu tubuh dan aliran darah. Jika kadar zat besi rendah, tangan dan kaki mungkin terasa dingin meski cuaca hangat.
- Sindrom kaki gelisah atau sensasi kesemutan yang tidak biasa.
Alasan Suplemen Zat Besi Tidak Bekerja

Suplemen zat besi tidak bekerja dengan baik jika tubuh tidak bisa menyerapnya secara optimal. Ada beberapa faktor yang dapat mengganggu penyerapan zat besi, antara lain:
- Asam lambung rendah (hipoklorhidria): Zat besi membutuhkan lingkungan asam untuk diubah menjadi bentuk yang bisa diserap usus kecil. Jika kadar asam lambung terlalu rendah, zat besi mungkin melewati sistem pencernaan tanpa diserap dengan benar.
- Mengonsumsi zat besi dengan makanan atau minuman yang salah: Makanan dan minuman tertentu dapat menghambat penyerapan zat besi, seperti susu, produk susu, teh, kopi, makanan tinggi serat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan.
- Masalah saluran pencernaan: Kondisi medis seperti penyakit celiac, penyakit radang usus, sindrom iritasi usus, atau riwayat operasi bypass lambung atau usus dapat mengganggu kemampuan usus untuk menyerap zat besi.
- Bentuk atau dosis suplemen zat besi yang salah: Tidak semua suplemen zat besi memiliki efektivitas yang sama. Beberapa bentuk zat besi lebih mudah diserap daripada yang lain.
- Faktor hormonal dan genetik: Dalam beberapa kasus, penyerapan zat besi yang rendah dipengaruhi oleh hormon atau kondisi genetik.
Cara Memaksimalkan Penyerapan Zat Besi dari Suplemen
Zat besi paling baik diserap saat perut kosong. Namun, jika hal ini membuat Anda mual, Anda bisa mengonsumsi sedikit makanan sebelum mengambil suplemen zat besi. Jika masih mengalami gangguan perut, mintalah dokter meresepkan formulasi suplemen yang berbeda, misalnya dari ferrous sulfate ke ferrous gluconate.
Hindari mengonsumsi suplemen zat besi bersama dengan susu, produk susu, suplemen kalsium, biji-bijian utuh, sayuran mentah, teh, dan kopi. Alasannya, makanan dan minuman ini dapat mengganggu penyerapan zat besi.
Konsumsi suplemen zat besi bersama makanan yang tinggi kandungan vitamin C karena vitamin ini dapat membantu penyerapan zat besi.
Cara Mendapatkan Cukup Zat Besi Secara Alami
Selain lewat suplemen, ada beberapa cara alami untuk meningkatkan asupan zat besi:
- Makan daging merah tanpa lemak: Ini adalah sumber terbaik zat besi heme yang mudah diserap. Mengonsumsinya beberapa kali seminggu dapat membantu mengatasi kekurangan zat besi.
- Makan ayam dan ikan: Ini juga merupakan sumber zat besi heme yang baik. Makan berbagai jenis ayam dan ikan.
- Konsumsi makanan kaya akan vitamin C: Vitamin ini akan membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme.
- Hindari konsumsi kopi, teh, atau susu di dekat waktu makan yang mengandung makanan kaya akan zat besi.
Memahami tanda-tanda suplemen zat besi tidak bekerja dapat membantu mencegah kesalahan penanganan yang berlarut-larut. Dengan cara konsumsi yang tepat, pemeriksaan medis yang sesuai, dan penanganan yang disesuaikan dengan penyebabnya, pemulihan bisa dicapai secara lebih efektif dan aman.